Tabligh Akbar ‘MUHAMMADIYAH MENGHAFAL AL-QURAN REGENERASI KH AHMAD DAHLAN SANG PENCERAH’ Bersama
Sabtu, 9 Oktober 2010 berlangsung Tabligh Akbar bertajuk Muhammadiyah Menghafal Alquran Regenerasi KH Ahmad Dahlan Sang Pencerah bersama Ustadz Yusuf Mansur bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Ringroad Selatan Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Ketua PDM Kota Yogyakart, Drs. H. Marwazi, NZ beserta jajaran PDM Kota Yogyakarta, Pimpinan Sekolah Muhammadiyah SD,SMP,SMA,SMK Kota Yogyakarta, para Guru Agama, Pengurus Cabang/ Ranting Muhammadiyah, dan beberapa siswa Muhammadiyah Yogyakarta.
Setelah pembukaan, pengunjung disuguhi Film Muhammadiyah Menghafal dengan tema One Week One Ayat oleh Ustadz Yusuf Mansur. Konsep ini dijabarkan dalam aktivitas upaya menghafal satu ayat dalam satu minggu sebagai berikut: hari Senin mendengarkan secara berulang-ulang bacaan ayat yang akan dihafal; hari Selasa memahami kata perkata dan meresapinya dalam hati; hari Rabu menulis ayat yang akan dihafal agar lebih meresap dalam pikiran; hari Kamis menghafal ayat Alquran secara sungguh-sungguh; hari Jumat Ujian hafalan, sebaiknya dilakukan di depan Ustadz/ pembinanya; hari Sabtu merefleksi hasil hafalan. Demikianlah, dalam satu minggu ayat Alquran yang difalkan benar-benar merasuk dan menyatu dalam diri penghafal.
"Kalau tanfidz Quran menjadi kurikulum sejak SD s.d. Perguruan Tinggi Muhammadiyah, insya Allah akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa dari Muhammadiyah yang hafal Alquran,"tegas Yusuf Mansur dalam tausiyahnya yang sangat mempesona. Meski tidak terlalu panjang Ustadz Yusuf Mansur dalam memberikan tabligh akbar, sepanjang waktu sangat bermakna dan mendorong motivasi karena beliau menampilkan saksi hidup, para pelaku yang memilki pengalaman sebagai hafidz Quran. "Saya ingin menunjukkan bukti bahwa menghafal Alquran sama sekali tidak membuat anak menjadi bodoh/tumpul," tandasnya. Ustadz yang sedang naik daun itu mengajak salah satu santrinya, Habib, untuk menceritakan kisah 10 bersaudara, kakak dan adiknya, yang semuanya sukses dalam bidang akademik, tetapi juga sukses sebagai hafidz Quran. Yang tercepat adiknya berhasil menghafal Alquran ketika duduk di bangku kelas VI SD. Memulai menghafal Alquran tidak harus dimulai dari usia dini. "Ustadz Awwakudin adalah contoh umat yang sukses menghafal Quran hanya dalam waktu dua tahun saat ia memulai sudah berusia 28 tahun. Padahal beliau cacatnetra,"kata Sang Ustadz mantab.
Sumber: http://smumuhi-yog.sch.id
"Kalau tanfidz Quran menjadi kurikulum sejak SD s.d. Perguruan Tinggi Muhammadiyah, insya Allah akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa dari Muhammadiyah yang hafal Alquran,"tegas Yusuf Mansur dalam tausiyahnya yang sangat mempesona. Meski tidak terlalu panjang Ustadz Yusuf Mansur dalam memberikan tabligh akbar, sepanjang waktu sangat bermakna dan mendorong motivasi karena beliau menampilkan saksi hidup, para pelaku yang memilki pengalaman sebagai hafidz Quran. "Saya ingin menunjukkan bukti bahwa menghafal Alquran sama sekali tidak membuat anak menjadi bodoh/tumpul," tandasnya. Ustadz yang sedang naik daun itu mengajak salah satu santrinya, Habib, untuk menceritakan kisah 10 bersaudara, kakak dan adiknya, yang semuanya sukses dalam bidang akademik, tetapi juga sukses sebagai hafidz Quran. Yang tercepat adiknya berhasil menghafal Alquran ketika duduk di bangku kelas VI SD. Memulai menghafal Alquran tidak harus dimulai dari usia dini. "Ustadz Awwakudin adalah contoh umat yang sukses menghafal Quran hanya dalam waktu dua tahun saat ia memulai sudah berusia 28 tahun. Padahal beliau cacatnetra,"kata Sang Ustadz mantab.
Sumber: http://smumuhi-yog.sch.id
