Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Endekana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Endekana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

Wirawisata Smayer: Menguak Korelasi Sejarah (2)

Suasana senang bercampur rasa penasaran mewarnai muka-muka para rombongan. Rombongan wirawisata smayer berangkat dengan 3 bis. Bis pertama ditempati rombongan 1 yang terdiri dari anak-anak kelas XII IPA 1. Untuk kelas XII IPA 2 dan 3, mereka masing-masing menumpang bis 2 dan bis 3. Jumlah dari 3 rombongan diperkirakan lebih dari 100 siswa ditambah para guru.

Dengan kecepatan sedang, ketiga mobil rombongan melalui jalan berliku dan berbelok. Jalan disini tidak tanggung-tanggung, belokannya tajam habis. Sesekali teriakan histeris terdengar memenuhi ruang bis saat sopirnya membanting stir cukup tajam. Membayangkan Toraja yang masih jauh di ujung Utara sana, kami tahu bahwa jalan berkelok ini belumlah apa-apa. “Wah…., hu…hu….” Teriak anak-anaknya saat mobil miring ke kiri.

Perjalanan yang mengasikkan, tak terasa kami sudah sampai di ujung utara kabupaten Enrekang, tepatnya di Salu Barani. Kampung Salu Barani adalah daerah perbatasan kedua kabupaten yang secara histori bersaudara. Suasana sungguh berbeda, kami merasa beruntung telah memasuki daerah yang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia ini. Rumah-rumah terlihat indah dengan kekhasan tersendiri. Rumah yang dinamai Tongkonan telah melegenda sejak dulu. Untuk membedakannya dengan rumah pada umumnya, kita cukup melihat bagian atapnya yang menjulang tinggi, persis seperti tanduk kerbau. Kerbau tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan Toraja. Kerbau adalah hewan istimewa dikalangan mereka.

Mobil rombongan terus berjalan jauh dari perbatasan menuju pusat kota. Berbagai replica dan patung membuat mata kami tak dapat dipejam. Kami terus memperhatikan sisi kanan dan kiri daerah serumpun kami ini.

Read More......
Read More......

Rabu, 29 Desember 2010

Wirawisata Smayer: Menguak Korelasi Sejarah (1)

Wirawisata Smayer: Menguak Korelasi Sejarah (1)
Layak bagi orang Toraja berbangga diri dengan berbagai budaya nenek moyangnya yang sampai sekarang terus dipelihara dan bahkan menjadi tujuan wisata. Wisatawan yang datang, bukan hanya local seperti kami, melainkan wisatawan dari Negara-negara barat. Timbul pertanyaan besar ketika seorang bapak guru memberikan gambaran korelasi budaya kedua daerah. Daerah yang saya maksud adalah Enrekang dan Toraja. “Enrekang dan Toraja tidak bisa dipisahkan. Kedua daerah ini sangat menjalin keakraban sejak dulu kala.” Kata bapaknya ketika kami melihat kuburan yang ada di KETE KESU. “Bahkan, orang tua menyebut istilah Enrekang atas dan Toraja bawah. Artinya, orang Toraja menyebut Enrekang atas adalah Toraja dan Toraja bawah adalah Enrekang sebagai wujud keakraban.” Lantas, dimanakah Budaya Enrekang?


Melihat Kuburan batu dan gubuk lumbung padi di Kete Kesu dan Londa, mengingatkan kita pada sebuah kuburan batu dan gubuk lumbung padi sejenis yang ada di Enrekang. Walau kuburan batu di Enrekang tidak sepopuler di Toraja, setidaknya memberikan gambaran bahwa Enrekang adalah daerah yang melupakan sejarahnya. - Wah… lagi-lagi pertanyaan besar, Kenapa? - Kuburan yang ada di Tontonan sana, hampir sama dengan kuburan yang kami lihat di sini (Toraja). Kesamaannya dapat dilihat dari bentuk peti, usia, dan peletakannya yang unik.

Peti mayat di lokasi sekitar tiga kilometer dari jalan raya, atau setengah jam perjalanan dari Kecamatan Rantepao terbuat dari kayu. Peti ini seperti halnya peti mayat pada umumnya. Berbentuk segi lima dan panjang yang bervariasi. Usianya diperkirakan lebih dari 700 ratus tahun. (agus)

Read More......
Read More......

Minggu, 21 November 2010

Guru-guru SMA Muhammadiyah Enrekang Mengikuti Acara Akad Nikah

Hari Sabtu kemarin, para guru SMA Muhammadiyah Enrekang mengikuti acara akad nikah salah satu staff Tata Usaha. Kami berangkat sekitar pukul 10 pagi menuju rumah kediaman mempelai perempuan yang berjarak kurang lebih 5 Km dari sekolah.
Iringan sepeda motor dengan kostum batik berwarna merah salip menyalip di jalan menuju kampung Riso. Di kampung Riso inilah akad tersebut dilangsungkan. Namun, sebelum tiba di rumah mempelai, sebuah insiden menghambat. Maklum, sebagian dari kami tidak mengenakan helm dan kelengkapan surat-surat motor. Kami pun terpaksa mengatur siasat agar tidak kena tilang.
Setelah sempat dek-dekan, akhirnya kami sampai di rumah mempelai sekitar pukul 10 lewat 15 menit. Acara berlangsung sederhana dengan hiasan janur kuning. Kami pun beranjak dari tempat duduk dan menyalami mereka. Senyum tersungging di bibir, senyum penuh haru bercampur bahagia. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Amin.

Read More......
Read More......

Minggu, 14 November 2010

Formasi CPNS Kabupaten Enrekang

Berikut adalah formasi CPNS Kabupaten Enrekang tahun 2010:
TENAGA GURU:
a. Guru SD Negeri (D.II/AK.II dan s.1/d.IV/Akta PGSD) 59 Orang.
b. Guru SMP Negeri (S.1 Matematika, S.1/D.IV Pendidikan Seni Rupa, S.1 BP/BK) 17 Orang.
c. Guru SMA Negeri (S.1 Pendidikan Kimia, Pendidikan Seni Rupa, Pend.Penjaskes, Pend.Teknik Informatika/Komputer, Pend.Bahasa Arab,Pend.Sosiologi,BP/BK) 20 Orang.
d. Guru SMK Negeri (Agama, Matematika,Kimia,Kewirausahaan,BP/BK) 5 Orang.

TENAGA KESEHATAN:
a. Dokter Spesialis Anak 1 Orang
b. Dokter Umum 4 Orang
c. Dokter Gigi 3 Orang
d. Perawat 20 Orang
e. Bidan 17 Orang
f. Pengawas Farmasi dan Makanan 2 Orang
g. Apoteker 2 orang
h. Administrasi Kesehatan 3 Orang
i. Penyuluh Kesehatan 2 Orang
j. Teknisi Transfusi Darah 1 Orang
k. Epidemologi Kesehatan 1 Orang
l. Promosi Kesehatan 1 Orang
m. Bio Statistik 1 Orang
n. Nutrisionis 3 Orang
o. Perawat Gigi 1 Orang

TENAGA TEKNIS
a. Tenaga Fasilitatif (Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan,Bidang Hukum, Bidang Humas,Bidang Data dan Informasi,Bidang Perlengkapan,Bidang Persuratan.)
b. Penunjang Teknis (Bidang Pengawasan Internal)
c. Teknis Substantif (Bidang Pekerjaan Umum, Bidang Pertanian, Bidang Perikanan, Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Bidang Pertambangan dan Energi, Bidang Lingkungan Hidup, Kehutanan, Bidang Perhubungan, Bidang Pariwisata, Bidang Keluarga Berencana, Bidang Lainnya.)

Read More......
Read More......

Senin, 08 November 2010

3 Siswa SMA Muhammadiyah Mengikuti PORDA ke-XIV Sulawesi Selatan

Para guru melepas keberangkatan 3 siswa SMA Muhammadiyah Enrekang untuk mengikuti Pekan Olah Raga antar Daerah (Porda) ke XIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Pangkep, Sabtu (6/11/2010).


Ketiga siswa tersebut menyalami para guru lengkap dengan pakaian PORDA berwarna merah. Dua diantara siswa SMA Muhammadiyah membela Enrekang pada cabang olahraga balap motor. Sedangkan satunya, turun pada cabang belah diri karete.

Kontigen Porda Enrekang akan bersaing dengan atlet dari 24 kabupaten kota se-Sulsel. Tidak dipungkiri, persaingan akan berlangsung ketat. Olehnya itu, diharapkan anak-anak massenrempulu mampu menunjukkan kemampuan maksimalnya dan dapat membanggakan daerah asalnya.

Read More......
Read More......

Senin, 01 November 2010

Burhanuddin Santiago Menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan

Wakil Bupati Enrekang, Drs. Nurhasan melantik Ir. Burhanuddin Santiago, MP sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, bertempat di ruang pola kantor Bupati Enrekang, Senin (1/11). Burhanuddin menggantikan pejabat sebelumnya, Ir. Rusdianto, MP yang masuk masa purnabhakti, tertanggal 1 Nopember 2010.

Sebelumnya, Ir. Burhanuddin Santiago adalah Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Enrekang. Kepala Dinas Kehutanan Sendiri saat ini masih kosong. Beberapa pejabat hadir pada acara pelantikan tersebut, seperti unsur muspida, setda Enrekang dan para kepala unit kerja.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengemukakan agar pejabat yang baru saja dilantik, senantiasa untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Sebagai aparat pemerintahan apalagi seorang pemimpin, agar supaya memberikan pelayanan yang baik keada masyarakat,” jelas Nurhasan.

Ada beberapa poin penting menurut Nurhasan, agar seorang pemimpin dapat melaksanakan tugasnya secara propesional. Diantaranya, memberikan pelayanan maksimal, tertib dalam penyelenggaraan administrasi yang baik, mencegah penyalahgunaan wewenang, serta menerapkan azas-azas hukum pemerintahan.

43 Pejabat Eselon II, III dan IV

Sebelumnya, Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung melantik 43 pejabat struktural eselon II, III dan IV Lingkup Pemkab Enrekang, Kamis (28/10), di ruang pola kantor Bupati. Acara pelantikan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD, Unsur Muspida, Wakil Bupati, Setda Enrekang dan para pimpinan unit kerja.

Salah satu pejabat eselon II yang dilantik adalah, Ir. Benni Mansyur menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebelumnya, Ir. Benni menjabat sebagai Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah merupakan unit kerja yang baru saja terbentuk di Kabupaten Enrekang, berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2010, tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja BPBD, serta sesuai UU nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Badan.

Menurut Bupati Enrekang saat memberikan sambutannya, pengisian jabatan pada kantor BPBD menjadi prioritas utama, untuk menunjang roda pemerintahan. “Jabatan pada Kantor BPBD harus segera diisi, karena ini sudah sesuai dengan undang-undang,” katanya.

Selain kepala badan, beberapa pejabat eselon III yang ada pada kantor tersebut juga dilantik. Ada tiga pejabat eselon III yang menduduki Kepala Bidang pada kantor tersebut. “Keberadaan kantor BPBD di setiap daerah memang sangat membantu. Bukan hanya di Enrekang, tapi peristiwa bencana alam sudah terjadi di mana-mana, seperti banjir, longsor hingga pada gunung meletus,” lanjut La Tinro.
Sumber: Enrekangkab.go.id

Read More......
Read More......

Poros Enrekang-Toraja Longsor Lagi

ENREKANG -- Poros Kabupaten Enrekang ke Kabupaten Tana Toraja ambles lagi, di kilometer tujuh, tepatnya di kampung Kulinjang Kelurahan Tuara Kecamatan Enrekang, Sabtu 30 Oktober.
Bahu jalan sepanjang lima dengan lebar tiga meter ambles setelah hujan mengguyur wilayah itu dalam
sepekan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan badan jalan pada jalur ini nyaris terputus.

Bahu jalan yang dapat dilalui kendaraan saat ini tersisa 2.5 meter. Jika hujan terus menguyur, bahu jalan tersebut bisa terputus. Retakan tanah mulai tampak. Kendaraan seperti truk yang bermuatan
berat diminta berhati-hati saat melintas di jalur tersebut. Kondisi tanah di sepanjang jalan tersebut cukup labil sehingga rawan terjadi longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Benny Mansyur yang dikonfirmasi Minggu 31 Oktober mengatakan, penanganan jalur tersebut bukan wewenang Pemkab Enrekang. Poros itu menjadi tanggung jawab Balai Besar Jalan Nasional Makassar.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Enrekang, Werang Umar. Werang menurutkan, pemkab tidak berwenang membenahi jalur pascalongsor. Jalan itu wewenang Balai Besar Jalan Nasional.

"Jadi pembenahannya merupakan kewenangan Balai Besar Jalan Nasional. Bukan pemkab. Namun saya lihat sudah ada pembenahan, meski masih selalu longsor," ujarnya. (kas)
Sumber: fajar.co.id

Read More......
Read More......

Sabtu, 30 Oktober 2010

Warga Lebang Minta Jembatan

ENREKANG -- Desa Lebang Kecamatan Cendana, delapan kilometer dari ibu kota Kabupaten Enrekang belum bisa dijangkau kendaraan roda empat (mobil). ke desa itu, warga masih harus melintasi jembatan gantung.
Kendaraan yang bisa ke desa ini, juga masih sangat terbatas, hanya motor. Desa penghasil jagung itu dipisahkan dengan Sungai Saddang. Warga yang ingin keluar desa, harus menyeberangi sungai atau lewat jembatan gantung.

Pejabat, termasuk bupati dan wakil bupati yang berkunjung ke desa itu masih harus naik motor. Paling tidak hal itu masih terlihat pada pelantikan Kepala Desa (Kades) Lebang, Kamis petang 28 Oktober lalu.

Bupati Enrekang La Tinro la Tunrung bersama wakilnya Nurhasan harus dibonceng motor. Tak pelak lagi, kedatangan bupati dan wakilnya itu menjadi kesempatan bagi warga menyampaikan uneg-uneg.

Warga meminta dibangunkan jembatan untuk memudahkan akses kendaraan, khususnya mobil keluar-masuk desa. "Kalau sudah ada jembatan, kami tidak susah lagi saat ke pasar, apalagi kalau menjual hasil panen seperti jagung. Kami tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos besar," warga, Nasruddin di sela-sela pelantikan Kades Lebang, Rusdi.

Selain bupati, pelantikan kades itu juga disaksikan Wakil Bupati (Wabup) Enrekang, Nurhasan, Ketua Komisi III DPRD, Budi Jaya Palisuri, serta Asisten I Pemkab Enrekang, Kasmin Karumpa.(fajar.co.id)

Read More......
Read More......

Jumat, 29 Oktober 2010

Saksi Ahli BPKP Nongol

ENREKANG -- Setelah disurati tiga kali Kejaksaan Negeri (Kejari), auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Makassar pun nongol di Pengadilan Negeri (PN) Enrekang, Kamis 28 Oktober. Auditor itu diperiksa sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sub terminal agro (STA) Sumillan.
Sebelumnya, Kepala Kejari (Kajari) Enrekang, Joely Soelistyanto mengeluhkan sikap saksi ahli BPKP yang terkesan enggan mengahdiri persidangan, meski sudah disurati tiga kali. Saksi ahli BPKP, Gandamana R memberi keterangan dalam kasus yang mendudukkan konsultan pengawas pembangunan STA Sumillan, Arman Pana sebagai terdakwa.

Seusai sidang, Gandamana R menjelaskan, alasan ketidakhadirannya dalam persidangan sebelumnya bukan kesengajaan. Dia mengaku tidak hadir gara-gara bertugas ke Kupang, NTT.

"Saya juga sudah pernah bersurat ke Kejari Enrekang untuk meminta penundaan sidang. Saya harus menyesuaikan waktu dari Kupang ke Enrekang," jelasnya. Sidang yang ditangani majelis hakim yang diketahui Ambo Masse itu dilanjutkan pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi. (kas)

Read More......
Read More......

Sekretaris DPU Jadi Kepala BPBD

ENREKANG -- Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Enrekang, Benny Mansyur naik jabatan menjadi Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang. Benny dilantik bersamaan 42 pejabat eselon III dan IV di ruang pola kantor Bupati Enekang, Kamis 28 Oktober.
BPBD merupakan unit kerja baru terbentuk akhir Oktober lalu yang disahkan melalui peraturan daerah (Perda) No. 2/2010. Selanjutnya posisi Sekretaris BPBD diisi mantan Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Enrekang, Burhanuddin.

Mantan Kasubag Humas dan Pelayanan Media Massa Enrekang, Safruddin juga dilantik menjadi Kepala BidangTanggap Darurat BPBD. Posisi Safruddin digantikan Eka Febriansya.

Seusai pelantikan, Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung menyatakan, kondisi geografis daerahnya yang didominasi pegunungan dan lembah serta diapit beberapa sungai besar, membutuhan pejabat gesit, terutama dalam mengantisipasi banjir dan tanah longsor.

Keberadaan BPBD menurut La Tinro, diharapkan mampu melakukan berbagai program, khususnya pencegahan bencana. Dengan adanya unit kerja itu lanjutnya, maka penanganan bencana diharapkan bisa terlaksana dengan sistematis dan terkoordinasi. (kas)

Read More......
Read More......

Selasa, 26 Oktober 2010

Pengusutan Kasus Korupsi Terhambat

ENREKANG -- Upaya penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang untuk mengusut tuntas 3 kasus dugaan korupsi di daerah itu terhambat. 3 kasus dugaan korupsi yang dimaksud, kasus dugaan korupsi pembangunan tahap kedua Rumah Sakit Umum (RSU) Masserempulu, dugaan korupsi dan alokasi khusus (DAK) pendidikan 2007 serta dugaan korupsi di proyek pembangunan Sub Terminal Agro (STA). Dari 3 kasus tersebut 1 kasus diantaranya yakni dugaan korupsi pembangunan STA yang sementara disidangkan di Pengadilan Negeri.

Kendalanya, Kejari Enrekang kesulitan untuk mendatangkan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa keuangan serta menjadi saksi ahli di persidangan. Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang, Joeli Soelistyanto, Senin kemarin. Ia menjelaskan, untuk kasus dugaan korupsi pembangunan RSU Masserempulu dan dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) pendidikan 2007 pihaknya sisa menunggu hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK.

Sementara, sejak beberapa waktu lalu, Kejari telah meminta bantuan kepada BPK untuk melakukan pemeriksaan. Sementara untuk kasus dugaan korupsi di proyek pembangunan Sub Yang telah disidangkan dengan terdakwa, konsultan pengawas proyek pembangunan STA Arman Pana, kejaksaan kesulitan mendatangkan saksi ahli BPKP di persidangan. "Terus terang kami telah mengajukan 3 surat permintaan ke BPK untuk mendatangkan saksi ahli di persidangan dugaan korupsi pembangunan STA namun hingga kini belum bisa terwujudkan. Begitupun dengan hasil pemeriksaan dugaan korupsi DAK dan proyek pembangunan RSU yang belum juga rampung. Kami sudah beberapa kali melakukan konfirmasi namun dengan alasan personel yang kurang dan melayani wilayah Sulselbar maka hingga saat ini belum bisamdiselesaikan," jelasnya. Joeli menambahkan, untuk kasus korupsi DAK 2007, kejaksaan telah menetapkan satu tersangka yakni Ansar, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Tersangka hingga kini belum ditahan karena masih dianggap kooperatif serta seluruh harta kekayaannya telah diketahui. " Sebelumnya, Kepala Seksi Intel Kejari Enrekang Haripin Sanrang, menyatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan proyek DAK pendidikan 2007 di Enrekang ada unusr kerugian negara.

Indikasi itu terlihat dari harga pengadaan barang yang tidak sesuai. Dia menjelaskan, DAK 2007 untuk Kabupaten Enrekang secara keseluruhaan mencapai Rp12 miliar yang dialokasikan ke 51 sekolah. Setiap sekolah mendapatkan alokasi dana Rp250 juta. Dana tersebut terbagi dalam dua item yakni pembangunan fisik dan non fisik. Indikasi kerugian negara terjadi untuk pembangunan non fisik yakni pengadaan komputer serta mesin tik. "Untuk sementara kami berkesimpulan ada mark-up anggaran untuk pengadaan komputer dan mesin tik di 51 sekolah.

Sebenarnya ada beberapa item pengadaan di DAK 2007 yakni pengadaan komputer, mesin tik, alat-alat peraga, serta buku-buku referensi. Hanya saja kami baru menemukan dugaan mark-up untuk pengadaan komputer dan mesin tik," bebernya. (mur) BERKAS di PENYIDIK - Dugaan korupsi pembangunan tahap kedua Rumah Sakit Umum (RSU) Masserempulu - Dugaan korupsi dan alokasi khusus (DAK) pendidikan 2007 - Korupsi proyek pembangunan Sub Terminal Agro (STA) - Dugaan korupsi DAK. (Parepos

Read More......
Read More......

Proyek Berkualitas Rendah akan Dibongkar

ENREKANG -- Wakil Bupati Enrekang, Nurhasan menjamin proyek fisik pembangunan di Kabupaten Enrekang tahun 2010 ini mutunya lebih berkualitas, sebab jika ada proyek fisik yang dianggap kualitasnya di bawah standart, maka akan dibongkar.

Agar proyek pembangunan fisik berkualitas, Nurhasan didampingi konsultan serta dinas PU melakukan pemantauan di sejumlah proyek tahun anggaran 2010. Proyek yang dipantau adalah proyek-proyek yang didanai APBD Kabupaten, Propinsi dan APBN.

Pantaun tersebut dilakukan untuk mengecek perkembangan proyek apa sesuai dengan yang dilaporkan atau tidak. "Memang pantauan yang kami lakukan hanya pantauan untuk mengecek perkembangan dan kualitas pekerjaannya. Jangan sampai yang dilaporkan tidak sama dengan yang di lapangan.

Pantauan ini bukan untuk menjustifikasi," tuturnya. Ditambahkannya, hasil pantauan di beberapa proyek belum ditemukan ada proyek yang di bawah standart namun secara keseluruhaan masih akan diperiksa oleh Inspektorat dan BPKP. "Kami hanya melihat hasil pekerjaan, bukan memenetukan hasil akhir.Sebab bisa saja inspektorat dan BPKP menemukan adanya unsur lain," bebernya. parepos

Read More......
Read More......

Senin, 25 Oktober 2010

Enrekang 'Kebanjiran' Dana Pusat

ENREKANG -- Peningkatan pertumbuhan eknomi yang telah mencapai 5 persen menjadikan Kabupaten Enrekang kini tidak termasuk lagi dalam Kabupaten yang tertinggal di Indonesia.
Sebaliknya, daerah penghasil sayuran ini justru akan 'kebanjiran' dana pusat baik dalam bentuk rencana kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 maupun dana reward dari Kementerian Keuangan. 

Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung saat membuka kegiatan rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, pekan lalu menjelaskan dana DAU untuk Kabupaten Enrekang akan mengalami peningkatan sekira Rp45 miliar. DAK juga akan mengalami kenaikan hingga Rp10 miliar. Belum termasuk dana reward sebesar Rp30 miliar dari Kementerian Keuangan. 
La Tinro menyebutkan, untuk tahun ini, Enrekang keciprat DAU sekira Rp266 miliar lebih, sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) sekira Rp32 miliar. Dengan adanya rencana kenaikan DAK dan DAU, La Tinro berharap agar seluruh SKPD bahu membahu untuk membangun Kabupaten Enrekang untuk masa depan yang lebih baik. "Alhamdulillah, DAU serta DAK Enrekang dijanjikan akan meningkat. Dengan kenaikan ini, maka saya harapkan semua SKPD saling bersinergi untuk membangun Kabupaten Enrekang. Enrekang saat ini bukan lagi daerah tertinggal," jelasnya. 
Enrekang bisa mendapatkan kenaikan DAU serta DAK, karena memenuhi salah satu kriteria, yakni mampu mensingkronkan prioritas kegiatan program tahunannya dengan prioritas kegiatan program nasional. (mur) ESTIMASI DANA PUSAT Di ENREKANG - Dana Alokasi Umum (DAU) Rp271 M lebih (naik Rp45 Miliar) - Dana Alokasi Khusus (DAU) Rp42 M lebih (naik Rp10 Miliar) - Dana reward dari Kementerian Keuangan Rp30 miliar.
Sumber: http://www.parepos.co.id

Read More......
Read More......

Minggu, 24 Oktober 2010

Teknologi IB, Dongkrak Populasi Sapi

ENREKANG -- Teknologi inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik mampu mendongkrak populasi sapi potong dalam waktu singkat dengan kualitas yang maksimal. Hal inilah yang saat ini diterapkan Dinas Peternakan dan Perikanan Enrekang.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan, Anwar Madani mengungkapkan, kualitas sapi yang lahir dari proses IB jauh lebih baik dibanding sapi yang lahir melalui proses kawin alam. Selain itu lanjutnya, sapi yang lahir melalui proses kawin suntik atau inseminasi buatan lebih tahan terhadap serangan penyakit. Selain mempercepat angka kelahiran sapi lanjutnya, proses kelahiran juga bisa dilakukan secara teratur. Enrekang juga diketahuai sebagai salah satu daerah yang dinilai sukses dalam pemanfaatan teknologi IB. Itu dibuktikan pada lomba IB se-Sulsel, beberapa waktu lalu. "Dalam Lomba IB itu, Enrekang keluar sebagai juara satu. Penggunaan IB dinilai lebih banyak dan angka keberhasilannya juga lebih tinggi," tambahnya.
Sumber: parepos.co.id

Read More......
Read More......

  ©Template by @gus.