Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

Wirawisata Smayer: Menguak Korelasi Sejarah (2)

Suasana senang bercampur rasa penasaran mewarnai muka-muka para rombongan. Rombongan wirawisata smayer berangkat dengan 3 bis. Bis pertama ditempati rombongan 1 yang terdiri dari anak-anak kelas XII IPA 1. Untuk kelas XII IPA 2 dan 3, mereka masing-masing menumpang bis 2 dan bis 3. Jumlah dari 3 rombongan diperkirakan lebih dari 100 siswa ditambah para guru.

Dengan kecepatan sedang, ketiga mobil rombongan melalui jalan berliku dan berbelok. Jalan disini tidak tanggung-tanggung, belokannya tajam habis. Sesekali teriakan histeris terdengar memenuhi ruang bis saat sopirnya membanting stir cukup tajam. Membayangkan Toraja yang masih jauh di ujung Utara sana, kami tahu bahwa jalan berkelok ini belumlah apa-apa. “Wah…., hu…hu….” Teriak anak-anaknya saat mobil miring ke kiri.

Perjalanan yang mengasikkan, tak terasa kami sudah sampai di ujung utara kabupaten Enrekang, tepatnya di Salu Barani. Kampung Salu Barani adalah daerah perbatasan kedua kabupaten yang secara histori bersaudara. Suasana sungguh berbeda, kami merasa beruntung telah memasuki daerah yang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia ini. Rumah-rumah terlihat indah dengan kekhasan tersendiri. Rumah yang dinamai Tongkonan telah melegenda sejak dulu. Untuk membedakannya dengan rumah pada umumnya, kita cukup melihat bagian atapnya yang menjulang tinggi, persis seperti tanduk kerbau. Kerbau tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan Toraja. Kerbau adalah hewan istimewa dikalangan mereka.

Mobil rombongan terus berjalan jauh dari perbatasan menuju pusat kota. Berbagai replica dan patung membuat mata kami tak dapat dipejam. Kami terus memperhatikan sisi kanan dan kiri daerah serumpun kami ini.

Read More......
Read More......

Minggu, 28 November 2010

KH Alwi Terpilih Ketua PW Muhammadiyah Sulsel

Makassar (ANTARA) - KH Muh Alwi Uddin terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2010-2015 pada Muswil ke-38 Muhammadiyah Sulsel.
"Setelah melalui rapat anggota PWM terpilih, disepakati memilih KH Alwi sebagai Ketua PWM Sulsel untu kepemimpinan lima tahun ke depan," kata mantan Ketua PWM Sulsel KH Baharuddin Pagim di Makassar, Minggu.
Menurut dia, sosok Alwi di lingkungan Muhammadiyah tidak diragukan lagi, karena sudah menjabat sebagai pengurus PWM Sulsel beberapa periode, dan terakhir menjabat sebagai Sekretaris PWM Sulsel periode 2005-2010.
Karena itu, lanjut dia, diharapkan dibawah kepemimpinannya Ormas Islam ini bisa lebih maju dan membangun umat secara umum.
Sebelum pemilihan Ketua PWM Sulsel yang digelar 28 November 2010, bergulir tiga nama calon kuat untuk menduduki kursi ketua.
Ketiga kader Muhammadiyah tersebut adalah Iskandar Tompo, Syaiful Saleh dan Muh Alwi Uddin.
Setelah pengesahan Ketua PWM Sulsel terpilih periode 2010-2015 KH Alwi Uddin dan pengesahan enam anggota Tanwir, Muswil ke-38 Muhammadiyah Sulsel ditutup Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad.
Muswil ke-38 Muhammadiyah Sulsel juga menetapkan Ketua Aisyiah terpilih Nurhayati Azis dan Ketua Ikatan Pelajar Muahmmadiyah Sulsel Hanri Sampe periode 2010 - 2015.
Seusai penutupan Muswil, kader Muahmmadiyah dari 24 kabupaten/kota di Sulsel yang jumlahnya sekitar 4.000 orang kembali ke daerah masing-masing.

Read More......
Read More......

Minggu, 21 November 2010

Guru-guru SMA Muhammadiyah Enrekang Mengikuti Acara Akad Nikah

Hari Sabtu kemarin, para guru SMA Muhammadiyah Enrekang mengikuti acara akad nikah salah satu staff Tata Usaha. Kami berangkat sekitar pukul 10 pagi menuju rumah kediaman mempelai perempuan yang berjarak kurang lebih 5 Km dari sekolah.
Iringan sepeda motor dengan kostum batik berwarna merah salip menyalip di jalan menuju kampung Riso. Di kampung Riso inilah akad tersebut dilangsungkan. Namun, sebelum tiba di rumah mempelai, sebuah insiden menghambat. Maklum, sebagian dari kami tidak mengenakan helm dan kelengkapan surat-surat motor. Kami pun terpaksa mengatur siasat agar tidak kena tilang.
Setelah sempat dek-dekan, akhirnya kami sampai di rumah mempelai sekitar pukul 10 lewat 15 menit. Acara berlangsung sederhana dengan hiasan janur kuning. Kami pun beranjak dari tempat duduk dan menyalami mereka. Senyum tersungging di bibir, senyum penuh haru bercampur bahagia. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Amin.

Read More......
Read More......

Jumat, 29 Oktober 2010

DIY Rintis Sekolah Hijau

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Sebanyak 11 Sekolah Menengah kejuruan (SMK) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dijadikan sebagai pilot project sekolah hijau oleh Majelis Guru Besar (MGB) dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Untuk mewujudkan langkah itupun UGM menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat.


Sekolah hijau adalah sekolah yang menenamkan pendidikan cinta lingkungan pada siswa siswinya. SMK rintisan sekolah hijau di DIY itupun merupakan sekolah berstandar internasional (RSBI).

Untuk mewujudkan rintisan sekolah hijau itupun, UGM menggelar pelatihan pengembangan sekolah hijau bagi guru SMK RSBI di UGM, Senin (25/10). Pelatihan itu sendiri diikuti sedikitnya 35 guru dari 11 SMK di DIY.

Menurut Ketua LPPM UGM Prof Dr Ir Danang Parikesit, MSc mengatakan, program ini baru pertama kali dilakukan di DIY dalam rangka memberikan pemahaman baru kepada siswa dan guru tentang pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik melalui pengembangan pembelajaran lingkungan berbasis sekolah.

Melalui pelatihan tersebut, pihaknya ingin memberikan pengayaan dan pengetahuan kepada guru-guru tentang pentingnya ilai-nilai lingkungan hidup. Pasalnya melalui penanaman nilai-nilai tersebut maka akan muncul kesadaran lingkungan bagi siswa. "Penanaman nilai-nilai semacam ini yang harus kita lakukan melalui kurikulum pembelajaran di sekolah," tandasnya usai pembukaan pelatihan bagi guru SMK tersebut.

Pelatihan terhadap guru-guru SMK RSBI se-DIY ini menurut Danang sebagai langkah awal untuk merintis sekolah hijau di DIY. Terutama menambah wawasan guru tentang perkembangan perubahan tata lingkungan hidup, kemampuan membuat media dan model pendekatan menumbuhkembangakan kesadaran lingkungan hidup bagi sisiwa. “Mereka juga diharapkan mampu melakukan inovasi pembelajaran di kelas yang sinergis dengan penumbuhan kesadaran lingkungan dengan inovasi pengelolaan sekolah hijau yang prospektif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Menurutnya, pelatihan pengembangan sekolah hijau ini akan diselenggarakan selama 4 hari, 25-28 Oktober 2010. Materi yang akan disampikan antara lain pengelolaan lingkungan hidup, perencanaan model sekolah hijau, pengelolaan sampah ramah lingkungan, dan teknik budidaya pohon.

Peserta juga akan diajak untuk mengkaji dan mempelajari linkungan yang telah dihijau seperti yang ada di UGM. Di akhir pelatihan, peserta diajak studi lapangan ke desa sejahtera Hargotirto, Kokap, Kulon progo sebagai desa binaan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) dan LPPM UGM.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora DIY Prof Suwarsih Madya mengatakan, rintisan sekolah sekolah hijau di DIY nantinya tidak hanya diperuntukan 11 SMK RSBI namun seluruh sekolah RSBI yang terdapat di DIY. “Kita memiliki 38 sekolah RSBI, terdiri 15 SMA, 11 SMK, 12 SMP dan 5 SD yang akan terus didorong dalan menumbuhkembangkan kepedulian dan kesadaran lingkungan,” katanya.

Menurutnya, pengembangan sekolah hijau ini kedepan lebih diarahkan untuk mendidik siswa agar lebih memiliki karakter lebih mencintai lingkungannya dengan mengajak siswa mengupayakan lingkungan fisik sekolah yang lebih asri dan hijau. “Paling tidak siswa-siswa lebih sadar lingkungan dan budaya melalui suasana lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat dan hijau,” tambahnya.

Diakuinya, sekolah-sekolah SMK RSBI yang dirintis sebagai sekolah hijau ini diharapkan bisa menginpirasi sekolah lain agar tidak hanya mengejar target meluluskan siswa saja namun berupaya membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungannya. “Selama ini sekolah-sekolah lebih banyak mengembangan teori ilmunya saja. Tapi tidak memberikan dampak perilaku dan wawasan terjadap lingkungannya,” lanjut Suwarsih.

Read More......
Read More......

Senin, 25 Oktober 2010

SURAT PALSU tentang Bimtek dan Uji Sertifikasi Guru

Dengan ini kami informasikan bahwa sehubungan dengan telah beredar surat palsu untuk mengikuti Bimtek Pedoman Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Guru Tahun 2010 yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Sertifikasi guru dilaksanakan oleh lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang ditunjuk oleh Menteri Pendidikan Nasional berdasarkan hasil penilaian.
  2. Surat undangan untuk mengikuti bimbingan sertifikasi guru dalam jabatan sebagaimana contoh terlampir yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah merupakan sebuah “PENIPUAN” yang menyalahgunakan program sertifikasi guru.
  3. Sehubungan dengan itu, kami informasikan bahwa kami tidak memiliki program sebagaimana tercantum dalam surat tersebut apalagi memungut biaya dari guru dengan jumlah jutaan rupiah.
  4. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat dari surat tersebut, oleh karena itu jika memperoleh surat sebagaimana dimaksud, kami menghimbau untuk waspada dan mengabaikannya atau melakukan pengecakan kepada kami melalui telepon nomor 021-57974127 atau 021-57974122.
  5. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kami mohon agar surat edaran ini diteruskan kepada kepala sekolah atau guru di wilayah kerja masing-masing.
Sumber: http://sertifikasiguru.org/

Read More......
Read More......

Minggu, 24 Oktober 2010

Indonesia Raih Tiga Emas Pada IMSO 2010

Bali - International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) for Primary School 2010 yang bertemakan "Smart, Skilled, and Creative in Joyful Competition for Excellence" ditutup Jumat (15/10) oleh Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, di Hotel Aston Denpasar, Bali. Suyanto mengucapkan selamat kepada anak-anak Indonesia yang sudah berjuang mati-matian sehingga mendapatkan tiga medali emas. "Tahun depan kita di Filipina harus berjuang keras untuk mendapatkan lebih banyak medali," ucapnya berpesan.
Indonesia meraih medali melalui Christofel Rio Goenawan, Anthony william Brian I., dan Medali Science emas adalah Emmanuelle Vania. Adanya penurunan peringkat Indonesia pada IMSO lalu, Suyanto mengatakan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah kemampuan berbahasa Inggris yang belum memadai ketika mereka membaca soal - soal. Karena itu, dia meminta pelatihan Bahasa Inggris harus jadi prioritas.


Selain emas, Indonesia meraih medali perak melalui Samuel clemens, Cindy Anggrenia, Vincent Tandya, Eliora Violain Buyamin, Keyla Cahya Athalia, Edwin Winata Hartanto, Bella Godiva, medali perunggu Adrianzka mayreswara DR., A. A. Anandika P., Kezia Sulami, Hopein Christofen Tang, Adiba Nur Ashri Ramadhani, dan Albert Tos, Iro Heru.

Sedangkan medali science perak Rio Nevin, Andrea Eka Putri, Dean Fanggohans, I Putu Bhargo Abhimana chirsananda, M. Rafif Ew, medali perunggu Oliver Delano, Elizabeth Kezia Widjaya, Ihsan Fahmi Rofananda, Saskia Ardine Z, Naqita Ramadhani, Angeline Utomo, Irfan Tito K, dan Ardhy Ihza M.

Acara penutupan dimeriahkan Tari Baris massal dan paduan suara dan pemberian / pengalungan medali bagi peserta yang sukses dalam ajang adu kepintaran bagi anak-anak SD dibidang Matematika dan IPA. Suasana tampak riang, akrab dimana masing-masing delegasi tampak saling bertukar bendera negara masing-masing. IMSO 2010 telah diikuti oleh siswa SD dari 9 negara yaitu Brunei Darusalam, Malaysia, Philippines, Singapore, Srilanka, Taiwan, Thailand, Indonesia dan Iran.
sumber : http://kemdiknas.go.id

Read More......
Read More......

  ©Template by @gus.