Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 29 Oktober 2010

DIY Rintis Sekolah Hijau

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Sebanyak 11 Sekolah Menengah kejuruan (SMK) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dijadikan sebagai pilot project sekolah hijau oleh Majelis Guru Besar (MGB) dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Untuk mewujudkan langkah itupun UGM menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat.


Sekolah hijau adalah sekolah yang menenamkan pendidikan cinta lingkungan pada siswa siswinya. SMK rintisan sekolah hijau di DIY itupun merupakan sekolah berstandar internasional (RSBI).

Untuk mewujudkan rintisan sekolah hijau itupun, UGM menggelar pelatihan pengembangan sekolah hijau bagi guru SMK RSBI di UGM, Senin (25/10). Pelatihan itu sendiri diikuti sedikitnya 35 guru dari 11 SMK di DIY.

Menurut Ketua LPPM UGM Prof Dr Ir Danang Parikesit, MSc mengatakan, program ini baru pertama kali dilakukan di DIY dalam rangka memberikan pemahaman baru kepada siswa dan guru tentang pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik melalui pengembangan pembelajaran lingkungan berbasis sekolah.

Melalui pelatihan tersebut, pihaknya ingin memberikan pengayaan dan pengetahuan kepada guru-guru tentang pentingnya ilai-nilai lingkungan hidup. Pasalnya melalui penanaman nilai-nilai tersebut maka akan muncul kesadaran lingkungan bagi siswa. "Penanaman nilai-nilai semacam ini yang harus kita lakukan melalui kurikulum pembelajaran di sekolah," tandasnya usai pembukaan pelatihan bagi guru SMK tersebut.

Pelatihan terhadap guru-guru SMK RSBI se-DIY ini menurut Danang sebagai langkah awal untuk merintis sekolah hijau di DIY. Terutama menambah wawasan guru tentang perkembangan perubahan tata lingkungan hidup, kemampuan membuat media dan model pendekatan menumbuhkembangakan kesadaran lingkungan hidup bagi sisiwa. “Mereka juga diharapkan mampu melakukan inovasi pembelajaran di kelas yang sinergis dengan penumbuhan kesadaran lingkungan dengan inovasi pengelolaan sekolah hijau yang prospektif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Menurutnya, pelatihan pengembangan sekolah hijau ini akan diselenggarakan selama 4 hari, 25-28 Oktober 2010. Materi yang akan disampikan antara lain pengelolaan lingkungan hidup, perencanaan model sekolah hijau, pengelolaan sampah ramah lingkungan, dan teknik budidaya pohon.

Peserta juga akan diajak untuk mengkaji dan mempelajari linkungan yang telah dihijau seperti yang ada di UGM. Di akhir pelatihan, peserta diajak studi lapangan ke desa sejahtera Hargotirto, Kokap, Kulon progo sebagai desa binaan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) dan LPPM UGM.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora DIY Prof Suwarsih Madya mengatakan, rintisan sekolah sekolah hijau di DIY nantinya tidak hanya diperuntukan 11 SMK RSBI namun seluruh sekolah RSBI yang terdapat di DIY. “Kita memiliki 38 sekolah RSBI, terdiri 15 SMA, 11 SMK, 12 SMP dan 5 SD yang akan terus didorong dalan menumbuhkembangkan kepedulian dan kesadaran lingkungan,” katanya.

Menurutnya, pengembangan sekolah hijau ini kedepan lebih diarahkan untuk mendidik siswa agar lebih memiliki karakter lebih mencintai lingkungannya dengan mengajak siswa mengupayakan lingkungan fisik sekolah yang lebih asri dan hijau. “Paling tidak siswa-siswa lebih sadar lingkungan dan budaya melalui suasana lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat dan hijau,” tambahnya.

Diakuinya, sekolah-sekolah SMK RSBI yang dirintis sebagai sekolah hijau ini diharapkan bisa menginpirasi sekolah lain agar tidak hanya mengejar target meluluskan siswa saja namun berupaya membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungannya. “Selama ini sekolah-sekolah lebih banyak mengembangan teori ilmunya saja. Tapi tidak memberikan dampak perilaku dan wawasan terjadap lingkungannya,” lanjut Suwarsih.



  ©Template by @gus.